![]() |
| Stadion Siliwangi |
Sepekan lalu, Pelita Bandung Raya mendapat kepastian menggunakan Stadion
Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, sebagai homeground pada
Indonesia Super League (ISL) musim 2013.
Namun, manajemen klub tampaknya belum puas untuk memanjakan skuad
andalannya. Pelita Bandung Raya pun kini membidik Stadion Siliwangi
untuk dijadikan kandang kedua.
Direktur Utama PT Kreasi Performa Pasundan, perusahaan yang
menaungi Pelita Bandung Raya, Ali Fachrie mengatakan, langkah tersebut
dilakukan untuk mempermudah klub dalam mengarungi ISL musim ini. Dengan
memiliki dua homeground sekaligus, manajemen berpandangan akan sangat
banyak keuntungan yang bisa diperoleh Eka Ramdani dkk.
Permohonan izin menggunakan Stadion Siliwangi, tutur Fachrie, sudah
diajukan pada pihak pengelola sejak beberapa pekan lalu. Namun hingga
kini, Pelita Bandung Raya belum mendapat kepastian diizinkan atau
tidaknya menjadikan stadion berkapasitas 20 ribu penonton itu sebagai
homeground. Manajemen berharap, proses administrasi bisa segera selesai
dan Nova Arianto dkk juga bisa menggunakan Stadion Siliwangi di
kompetisi nanti.
"Homeground Pelita Bandung Raya Insya Allah di
Stadion Si Jalak Harupat, tapi saya harap kami juga bisa menggaet
Stadion Siliwangi di ISL musim ini. Semoga dalam waktu dekat kami sudah
mendapat jawaban dari pengelola Stadion Siliwangi, masih proses," kata
Fachrie.
Meski nantinya Pelita Bandung Raya tidak bisa menempati
Stadion Siliwangi, Fachrie mengaku hal itu tidak akan menjadi masalah.
Stadion Si Jalak Harupat juga dianggap sudah mencukupi untuk kebutuhan
klub selama turnamen berlangsung. Terlebih, stadion milik Pemerintah
Kabupaten Bandung itu memiliki fasilitas yang sangat memadai, baik dari
segi lapangan maupun unsur-unsur penunjang.
"Planning pertama
sih memang Si Jalak Harupat. Karena memang itu stadion baru, lapangan
sepak bolanya bagus, setelah melalui tahapan renovasi tahun ini tempat
duduknya juga sudah pakai nomor. Lagi pula, Simon (Pelatih Pelita
Bandung Raya Simon McMenemy) senang dengan kualitas lapangannya. Dan
Alhamdulillah kami sudah mendapatkan surat (izin penggunaan)," ungkap
Fachrie.
Sedangkan alasan dari rencana menggaet Stadion
Siliwangi, tuturnya, karena manajemen Pelita Bandung Raya
mempertimbangkan sisi sejarah persepakbolaan Kota Bandung. Meski tidak
sebesar Si Jalak Harupat, Stadion Siliwangi memiliki suasana magis
tersendiri bagi masyarakat sepak bola Indonesia.
"Siliwangi itu
identik dengan Bandung, dan sebaliknya sepakbola Bandung pun kerap
diidentikkan dengan Stadion Siliwangi. Kami berniat menggunakan
Siliwangi karena mempertimbangkan atmosfer pertandingan dan nuansa
sejarah yang akan lebih terasa di stadion itu. Saat ini pun Stadion
Siliwangi masih menjadi yang paling terkenal di Bandung, walaupun di
masa mendatang mungkin Si Jalak Harupat yang lebih populer," ujar
Fachrie.
Rencana penggunaan dua stadion sebagai homeground,
mengisyaratkan bahwa manajemen Pelita Bandung Raya siap menopang
skuadnya dengan pendanaan relatif besar. Namun saat ditanya anggaran
klub ini untuk ISL musim 2013, Fachrie tampak malu-malu menyebutkannya
dan lebih memilih jawaban diplomatis.
"Sekitar segitu lah.
Termasuk untuk belanja pemain juga, tentunya tidak sebesar Persib
Bandung," ujarnya sedikit tertawa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar