Gelar kompetisi Indonesian Super League (ISL) 2013 akhirnya
menemui titik terang, setelah sebelumnya terancam batal karena tak
mendapat izin dari pihak Mabes Polri.
PT Liga Indonesia (LI) selaku penyelenggara ISL mendapatkan izin, setelah menyatakan kesiapannya untuk mengakomodir syarat yang diajukan plt menpora Agung Laksono, untuk menyatukan timnas jelang babak pra Piala Asia 2015 dan Sea Games.
"Kami dari Liga sudah berkoordinasi dengan Ketua Harian Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), dan pihak kementrian Pemuda dan Olahraga (kemenpora). Langkah selanjutnya, kami menyiapkan proposal yang mengakomodir 3 poin yang sudah dipaparkan oleh plt Menpora Agung Laksono," ujar Djoko Driyono CEO PT LI kepada wartawan, Jumat (4/1) malam.
PT Liga Indonesia (LI) selaku penyelenggara ISL mendapatkan izin, setelah menyatakan kesiapannya untuk mengakomodir syarat yang diajukan plt menpora Agung Laksono, untuk menyatukan timnas jelang babak pra Piala Asia 2015 dan Sea Games.
"Kami dari Liga sudah berkoordinasi dengan Ketua Harian Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), dan pihak kementrian Pemuda dan Olahraga (kemenpora). Langkah selanjutnya, kami menyiapkan proposal yang mengakomodir 3 poin yang sudah dipaparkan oleh plt Menpora Agung Laksono," ujar Djoko Driyono CEO PT LI kepada wartawan, Jumat (4/1) malam.
Sebelumnya Kemenpora tidak akan memberi rekomendasi
pada PT LI untuk menggelar ISL, jika tiga syarat yang diajukan seperti
mewujudkan pembentukan satu timnas yang kuat untuk menghadapi single
event (seperti Piala Asia) maupun multi event (Seperti Sea Games) dari
ISL dan kompetisi lainnya.
Kedua, kompetisi ISL dan kompetisi lainnya, harus menyelesaikan kewajibannya dan ketiga yakni penyelenggaraan ISL dan kompetisi lain, harus dilaksanakan dalam kerangka penyatuan kembali liga sepakbola Indonesia.
"Soal pelunasan pembayaran gaji pemain dan pelatih, yang tertunda, sebetulnya sudah dilakukan Liga sejak Oktober 2012. Dan itu terus berlanjut hingga kini, jadi bukan yang hal baru bagi kami," terang Djoko.
Proposal inilah kata Djoko, menjadi jalan keluar akan terbitnya izin dapat digelarnya ISL 2013.
"Kami lalu berkoordinasi dengan otoritas keamanan di daerah, serta kawan-kawan klub di daerah. Saat ini, status laga Pelita Bandung Raya kontra Barito Putra sudah OK, dan juga laga di Palembang, dipastikan green light dari pihak keamanan. Lalu, laga-laga berikutnya, Insya Allah, aman," ucapnya.
Kedua, kompetisi ISL dan kompetisi lainnya, harus menyelesaikan kewajibannya dan ketiga yakni penyelenggaraan ISL dan kompetisi lain, harus dilaksanakan dalam kerangka penyatuan kembali liga sepakbola Indonesia.
"Soal pelunasan pembayaran gaji pemain dan pelatih, yang tertunda, sebetulnya sudah dilakukan Liga sejak Oktober 2012. Dan itu terus berlanjut hingga kini, jadi bukan yang hal baru bagi kami," terang Djoko.
Proposal inilah kata Djoko, menjadi jalan keluar akan terbitnya izin dapat digelarnya ISL 2013.
"Kami lalu berkoordinasi dengan otoritas keamanan di daerah, serta kawan-kawan klub di daerah. Saat ini, status laga Pelita Bandung Raya kontra Barito Putra sudah OK, dan juga laga di Palembang, dipastikan green light dari pihak keamanan. Lalu, laga-laga berikutnya, Insya Allah, aman," ucapnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar